Apakah Kamu Sedang Mengalami Quarter Life Crisis?
Rabu, 05 Agustus 2020

Apakah Kamu Sedang Mengalami Quarter Life Crisis?

 

Apakah akhir-akhir ini kamu sedang merasa cemas, ragu, gelisah, atau bingung? Mungkin saja kamu sedang mengalami Quarter Life Crisis (QLC), lho! QLC adalah suatu periode dimana seseorang merasakan krisis emosional ketika mereka harus membuat pilihan mengenai pekerjaan, tujuan hidup, keuangan, asmara, dan hubungan dengan orang lain. Umumnya, QLC dialami oleh twenty-somethings (orang yang berusia 18-30 tahun). Ketika kamu mengalami QLC, kamu mulai mempertanyakan dirimu sendiri tanpa henti, kehilangan identitasmu, atau mempertanyakan pilihan kariermu.

Dilansir dari situs Quarter Life Center, terdapat 5 tanda yang menunjukkan bahwa seseorang mengalami QLC. Pertama, kamu merasa bingung tentang apa yang harus dilakukan dengan hidup dan berusaha mencari tahu apa yang hilang. Kedua, kamu mengalami kesulitan dalam mengambil keputusan dan merasa lumpuh ketika dihadapkan dengan pilihan. Ketiga, kamu merasa kurang termotivasi. Keempat, kamu merasakan ketegangan antara memilih kehidupan petualangan atau menetap ("dewasa"). Kelima, kamu khawatir teman kamu mengetahui semuanya dan bahwa kamu tertinggal.

            Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh pengajar Psikologi dari University of Greenwich di London, Dr. Oliver Robinson, terdapat 4 fase dalam QLC. Pada fase pertama, kamu merasa terjebak dalam sebuah situasi entah itu pekerjaan, hubungan atau hal lainnya. Pada fase kedua, kamu berharap bahwa akan muncul sebuah perubahan dalam hidup. Pada fase ketiga, kamu mulai membangun kembali hidup yang baru. Pada fase keempat, kamu mengukuhkan komitmen seputar aspirasi, motivasi dan tujuan.

            Beberapa orang yang mengalami QLC menanggapi masalah ini dengan berhenti dari pekerjaan mereka, menunda keputusan karier, mengembangkan gangguan kecemasan, atau bahkan jatuh ke dalam keadaan depresi. Nah, agar kamu dapat tetap produktif dan positif selama QLC, berikut beberapa cara yang dapat membantu kamu dalam menghadapi fase ini. Pertama, bersabarlah dengan proses diri kamu karena setiap orang memiliki jangka waktu yang berbeda-beda untuk meraih kesuksesan. Kedua, jauhkan diri kamu dari orang yang memberi dampak ngeatif karena terjerumus ke dalam pergaulan toxic akan merugikan dan merusak ketenangan pikiran kamu. Ketiga, jangan membandingkan diri kamu dengan orang lain, lihatlah kesuksesan orang lain sebagai motivasi untuk memacu semangat kamu. Keempat, bersyukurlah dengan pencapaian kamu hari ini untuk mencapai ketenangan batin. Kelima, temukan motivasimu. Terakhir, hiduplah di masa sekarang karena masa lalu tidak bisa dirubah, fokuskan diri kamu di hari ini dan masa depan.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

O’Connor, C. G. 5 signs you’re having a quarter life crisis. Diakses pada 29 Juni 2020, dari https://quarterlifecenter.com/5-signs-youre-quarterlife-crisis/

Robbins, A., & Wilner, A. (2001). Quarterlife crisis: The unique challenges of life in your twenties. New York: Penguin Putnam.

Robinson, O. C. (2015). Emerging adulthood, early adulthood and quarter-life crisis: Updating Erikson for the twenty-first century. Dalam R. ├ů┬Żukauskiene (Ed.). Emerging adulthood in a European context (pp. 17-30). New York: Routledge.

Sering Galau? Mungkin Kamu Sedang Dalam Fase Quarter Life Crisis. Diakses pada 29 Juni 2020, dari https://www.kejarmimpi.id/sering-galau-mungkin-kamu-sedang-dalam-fase-quarter-life-crisis-59.html

Hak Cipta Universitas Tarumanagara © 2018