Insecure: Pengertian, Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya
Jumat, 21 Agustus 2020

Insecure: Pengertian, Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya

 

Sesekali merasa cemas dan ketakutan merupakan hal yang sangat wajar, akan tetapi apakah kamu mengalami perasaan tersebut secara terus-menerus? Perasaan ini dapat menandakan bahwa kamu sedang mengalami insecure. Menurut Abraham Maslow, insecure adalah suatu keadaan dimana seseorang yang merasa tidak aman, menganggap dunia sebagai sebuah hutan yang mengancam dan kebanyakan manusia berbahaya dan egois. Orang yang mengalami insecure umumnya merasa ditolak dan terisolasi, cemas, pesimis, tidak bahagia, merasa bersalah, tidak percaya diri, egois, dan cenderung neurotik. Mereka akan berusaha untuk mendapatkan kembali perasaan secure (aman) dengan berbagai cara.

Menurut psikolog klinis Melanie Greenberg, Ph.D., terdapat 3 penyebab umum seseorang merasa insecure, yaitu:

  1. Pertama, insecure karena kegagalan atau penolakan yang terjadi baru-baru ini. Berdasarkan penelitian tentang kebahagiaan, peristiwa yang baru terjadi sangat mempengaruhi suasana hati dan perasaan kita tentang diri kita sendiri. Karena ketidakbahagiaan berdampak pada self-esteem, kegagalan dan penolakan dapat berdampak dua kali lipat pada ketidakpercayaan diri.
  2. Kedua, insecure karena mengalami kecemasan sosial. Rasa takut dievaluasi orang lain dapat menyebabkan rasa cemas yang pada akhirnya membuat mereka menghindari situasi sosial karena merasa tidak nyaman. Jenis insecure ini umumnya didasarkan pada kepercayaan yang menyimpang tentang harga diri mereka.
  3. Ketiga, insecure yang didorong oleh perfeksionisme. Beberapa orang memiliki standar yang sangat tinggi dalam segala hal yang mereka lakukan. Sayangnya, hidup tidak selalu menjadi seperti yang diinginkan. Jika terus-menerus kecewa dan menyalahkan diri sendiri karena menjadi sesuatu yang kurang sempurna, maka akan timbul perasaan tidak nyaman dan tidak layak.

Dilansir dari situs Halodoc, jika perasaan insecure tidak segera diatasi maka dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental seperti depresi, gangguan kepribadian borderline, gangguan kecemasan, paranoid, gangguan makan dan masalah pada body image. Oleh karena itu, kamu dapat melakukan beberapa hal ini untuk mengatasi perasaan insecure. Pertama, selalu tingkatkan rasa percaya diri. Kedua, pilih lingkungan dan suasana yang positif. Ketiga, matikan sejenak ponselmu atau lakukan detoks media sosial. Keempat, berlatih self-compassion dengan cara berbicara yang baik dengan diri sendiri. Kelima, habiskan waktu dengan orang-orang terdekat atau tersayang, karena hal ini dapat membantumu menghargai kualitas dan perspektif unik dirimu sendiri.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Florencia, G. (2020). Ini yang Akan Terjadi Ketika Merasa Insecure. Diakses pada 1 Juli 2020, dari https://www.halodoc.com/ini-yang-akan-terjadi-ketika-merasa-insecure

Greenberg, M. (2015). The 3 Most Common Causes of Insecurity and How to Beat Them. Diakses pada 1 Juli 2020, dari https://www.psychologytoday.com/intl/blog/the-mindful-self-express/201512/the-3-most-common-causes-insecurity-and-how-beat-them

Madarina, A. (2020). Memahami Apa Itu Insecure Beserta Penyebabnya. Diakses pada 1 Juli 2020, dari https://www.sehatq.com/artikel/memahami-apa-itu-insecure-beserta-gejalanya

Maslow, A. H. (1942). The Dynamics of Psychological Security-Insecurity. Journal of Personality, 10 (4), 331–344. doi:10.1111/j.1467-

 

Hak Cipta Universitas Tarumanagara © 2018